Karhutla Terjadi di Kilometer 5 Malifut, Babinsa dan Warga Berhasil Padamkan Api

Sebarkan:
foto istimewa 

Halmahera Utara — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Kilometer 5, tepatnya di belakang Desa Matsa, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa 8/9/2026.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.35 WIT dan melanda kawasan hutan serta kebun milik masyarakat Desa Tahane.

Informasi mengenai kebakaran tersebut diterima piket Koramil 1508-04/Malifut pada pukul 12.38 WIT dari masyarakat yang melaporkan adanya kobaran api di kawasan Kilometer 5, belakang Desa Matsa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Siaga Karhutla Koramil 1508-04/Malifut bergerak menuju lokasi pada pukul 12.45 WIT. Tim bersama masyarakat Desa Matsa dan pemilik lahan kemudian melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.

Upaya pemadaman dilakukan dengan membuat sekat atau jalan api di sekitar titik kebakaran. Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan akses yang cukup sulit.

Kondisi medan tersebut juga menyulitkan kendaraan pengangkut air untuk mencapai lokasi. Akibatnya, Babinsa Koramil 1508-04/Malifut bersama masyarakat melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya.

Babinsa bersama warga Desa Matsa dan Desa Tahane terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke kawasan lainnya.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIT.

Meski api telah berhasil dipadamkan, masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Sisa bara yang berpotensi tertiup angin dikhawatirkan dapat memicu kebakaran susulan.

Kerja sama antara Babinsa, masyarakat Desa Matsa, masyarakat Desa Tahane, dan pemilik lahan menjadi faktor penting dalam proses pemadaman sehingga kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas.

Hingga laporan ini dibuat, situasi di lokasi terpantau aman dan masyarakat masih bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api. (Penrem152)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini