TERNATE—Upaya memperkuat tata kelola fiskal daerah kembali ditegaskan melalui kolaborasi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Kedua institusi ini menggelar Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2025 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Ternate, Rabu (26/11/2025).
Dalam kegiatan yang turut melibatkan akademisi, praktisi keuangan, dan mahasiswa tersebut, DJPb Malut mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan kajian fiskal sebagai dasar pengambilan keputusan. Kepala Kanwil DJPb Malut, Sakop, menegaskan bahwa KFR bukan sekadar laporan rutin, tetapi instrumen strategis untuk menjaga kualitas kebijakan fiskal.
“Dokumen ini kami siapkan sebagai rekomendasi bagi Pemprov dan DPRD. Penting bagi daerah untuk memastikan setiap kebijakan fiskal bertumpu pada data dan analisis yang kuat,” ujar Sakop.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan IAIN Ternate menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem data yang lebih terhubung. “Kajian ekonomi yang kami susun bersifat komprehensif. Sinergi ini kami bangun untuk memperkuat pemahaman fiskal sekaligus meningkatkan literasi ekonomi di Maluku Utara,” tuturnya.
Rektor IAIN Ternate, Radjiman Soleman, menilai kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari kerja sama FEBI IAIN Ternate dengan Kanwil DJPb yang telah berjalan tiga tahun. Menurutnya, relevansi KFR semakin meningkat seiring kebutuhan daerah terhadap kajian akademik yang mampu menjembatani teori dan praktik.
“KFR memperkaya pendekatan akademik sekaligus memberi gambaran riil dari para praktisi yang tiap hari bergelut dalam pengelolaan fiskal. Kami berharap kolaborasi ini terus diperluas, termasuk melibatkan lebih banyak dosen dan mahasiswa,” ungkap Radjiman.
Di luar ruang akademik, apresiasi juga diberikan kepada DJPb Malut atas dukungannya kepada salah satu mahasiswa IAIN Ternate, Nurlaela Sarif, yang berhasil lolos hingga grand final kompetisi UMi Youthpreneur 2025 di Jakarta. Kompetisi yang digelar Pusat Investasi Pemerintah (PIP) itu merupakan ajang nasional bagi pengusaha muda untuk mengembangkan kapasitas dan kontribusi ekonomi mereka.
Dengan semakin intensifnya sinergi antarlembaga, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan dan kebijakan fiskal di Maluku Utara, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi dunia pendidikan untuk berperan dalam pembangunan daerah.***
