GPM Pulau Morotai Jalin Silaturahmi dengan Wakil Bupati, Bangun Mitra dan Perkuat Ideologi Marhaenisme

Sebarkan:

Foto Istimewa

Morotai — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Pulau Morotai melakukan silaturahmi dengan Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, dalam rangka memperkenalkan organisasi sekaligus membangun kemitraan dengan pemerintah daerah.

Ketua DPC GPM Pulau Morotai, Hamjad Mustika, mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara GPM dan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, serta memperkenalkan eksistensi organisasi di daerah tersebut.

“Silaturahmi ini kami lakukan untuk membangun kemitraan dengan pemerintah daerah serta memperkenalkan GPM kepada masyarakat Pulau Morotai,” ujar Hamjad.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio Cristian Pawane, menyambut baik kehadiran GPM di wilayahnya. Ia berharap keberadaan organisasi tersebut dapat turut serta membantu pemerintah dalam mengawal aspirasi masyarakat serta mendukung program unggulan daerah.

“Kami berharap GPM bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu dan mengawal aspirasi masyarakat Pulau Morotai,” tutur Rio.

Sementara itu, Sekretaris DPC GPM Pulau Morotai, Oktopiyanus Kondihi, menjelaskan bahwa meski GPM di Morotai baru berdiri, secara nasional organisasi ini telah ada sejak 31 Mei 1947. Ia menegaskan bahwa GPM berlandaskan pada ideologi Marhaenisme yang digagas oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

“GPM sudah berdiri sejak 1947, dengan ideologi Marhaen yang berpihak kepada kaum kecil, khususnya petani. Kehadiran kami di Morotai adalah untuk meneruskan semangat itu,” ucap Oktopiyanus.

Wakil Ketua II DPC GPM Pulau Morotai, Venty Liha, menambahkan bahwa nilai-nilai Marhaenisme penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda, khususnya kalangan intelektual di Morotai.

“Gerakan Pemuda Marhaenis berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai Marhaenisme kepada generasi muda agar tidak terputus dan terus berlanjut,” katanya.

Sebagai informasi, konsep Marhaenisme yang dicetuskan oleh Soekarno berakar pada perjuangan rakyat kecil — petani, buruh, dan kaum tertindas — untuk terbebas dari tekanan kaum borjuis dan kapitalis. Dalam konteks Pulau Morotai, GPM berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.**

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini