TERNATE — Rio Cristian Pawane resmi terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar di Bela Hotel Ternate, Selasa (2/12). Dalam pemilihan yang berlangsung ketat, Rio meraih 23 dari total 44 suara, mengungguli kandidat Firdaus Amir.
Musda VI HIPMI Maluku Utara tahun ini menjadi salah satu yang paling dinamis, dengan rangkaian proses yang diwarnai berbagai tantangan sejak pra-musda hingga sidang pleno. Meski begitu, seluruh tahapan akhirnya dapat diselesaikan dengan baik hingga pemungutan suara berlangsung secara demokratis dan kondusif.
Dalam sambutannya, Rio menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh Badan Pengurus Cabang (BPC) dan peserta musda yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Ia juga berterima kasih kepada BPP HIPMI, khususnya Ketua Bidang OKK dan PIC yang turut hadir dan mengawal jalannya musda.
“Kemenangan ini bukan semata kemenangan pribadi, melainkan kemenangan kolektif seluruh pengusaha muda Maluku Utara yang menginginkan perubahan dan penguatan peran HIPMI ke depan. Amanah ini akan saya jaga dengan penuh tanggung jawab, dan kita akan bekerja sama membangun HIPMI Maluku Utara yang reformis, cerdas, dan progresif,” ujar Rio usai ditetapkan sebagai pemenang.
Musda yang dihadiri peserta penuh, peninjau, serta para senior HIPMI itu berlangsung cukup tegang di tahap pemilihan, namun tetap berjalan tertib hingga keputusan akhir diumumkan.
Juru Bicara HIPMI Maluku Utara, Fitrah Akbar, menyampaikan harapan besar terhadap kepemimpinan baru ini. Menurutnya, terpilihnya Rio Pawane diharapkan mampu memperkuat peran strategis HIPMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang usaha baru, serta memperluas jaringan kolaborasi bagi pengusaha muda di Maluku Utara.
Kepemimpinan Rio juga disebut sebagai momentum baru bagi HIPMI Maluku Utara untuk menghadapi tantangan dunia usaha yang kian kompetitif. Seluruh unsur organisasi kini menantikan langkah-langkah progresif yang akan ditempuh untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing.**
