![]() |
| Foto Istimewa |
TERNATE — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara melaksanakan Rapat Evaluasi Akhir Survei Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (SMEPMBG) tahun 2025, Rabu (26/11/2025), di Bela Hotel Ternate. Kegiatan ini dihadiri Kepala BPS Provinsi Maluku Utara Simon Sapary, para narasumber dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pangan Provinsi, perwakilan instansi vertikal, OPD, serta jajaran BPS kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Maluku Utara, Kadri La Etje, mewakili Wakil Gubernur Maluku Utara selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Program MBG. Dalam keynote speech-nya, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagaimana diamanatkan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029.
Kadri menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG melalui SK Gubernur Nomor 365/KPTS/MU/2025. Satgas ini bertugas menyusun rencana kerja tingkat provinsi, berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, memberikan pendampingan teknis, serta melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kepada pemerintah pusat.
Atas nama Pemerintah Provinsi, Kadri menyampaikan apresiasi kepada BPS Maluku Utara yang telah menyelesaikan survei monitor dan evaluasi MBG sepanjang 2025. Ia menilai hasil survei ini sangat penting sebagai dasar perbaikan tata kelola program dan peningkatan kualitas pelaksanaan MBG di tahun-tahun berikutnya.
Kepada para narasumber dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pangan, Kadri berharap kontribusi berupa masukan strategis yang dapat memperkaya hasil survei BPS. Ia juga meminta seluruh instansi vertikal dan OPD anggota tim survei agar tetap berperan aktif hingga seluruh kegiatan rampung dan hasilnya dipublikasikan.
Kadri turut menegaskan besarnya potensi ekonomi program ini. “Jika Rp 1,6 triliun anggaran MBG terserap penuh di Maluku Utara, dampaknya akan sangat luas. Ratusan ribu anak sekolah makan sehat setiap hari, ribuan ibu di dapur SPPG memperoleh tambahan pendapatan, dan minimal Rp 1 triliun berputar di petani dan nelayan lokal,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan Koperasi Merah Putih juga dapat menghidupkan ekonomi desa melalui pembelian bahan masak lokal.
Mengakhiri sambutannya, Kadri menyatakan komitmen penuh Pemprov Maluku Utara dalam mendukung BPS menjalankan survei MBG. Ia menegaskan bahwa setiap porsi makan bergizi tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Kegiatan pembukaan ditutup dengan penyerahan plakat, foto bersama, dan dilanjutkan dengan rapat evaluasi teknis SMEPMBG.***
