GP Ansor Kepulauan Sula Serukan Stabilitas Organisasi di Tengah Dinamika Internal PBNU

Sebarkan:

 

Foto Istimewa

Kepulauan Sula — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Sula menegaskan pentingnya menjaga stabilitas organisasi dan disiplin komando di tengah dinamika yang belakangan muncul di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sikap itu disampaikan langsung Ketua PC GP Ansor Kepulauan Sula, Abd Basir Panigfat, melalui keterangan resminya, Rabu.

Dalam pernyataannya, Abd Basir menekankan bahwa GP Ansor selama ini berdiri sebagai garda penggerak yang selalu menjaga marwah dan kewibawaan PBNU, termasuk ketika organisasi menghadapi berbagai perbedaan pandangan di internal. Ia menyebut loyalitas Ansor terhadap PBNU bukan sekadar sikap administratif, melainkan bagian dari tradisi panjang yang mengakar kuat dalam kultur Nahdlatul Ulama.

“GP Ansor sejak awal dibangun dengan prinsip komando tunggal. Itulah yang menjaga organisasi tetap kokoh dalam berbagai situasi. Kesetiaan kami kepada PBNU bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari ruh perjuangan,” ujar Abd Basir.

Di tengah meningkatnya perdebatan yang mengemuka di ruang publik terkait dinamika internal PBNU, Abd Basir menegaskan bahwa GP Ansor Kepulauan Sula tidak memiliki masalah dengan pihak manapun. Ia memastikan pihaknya tidak akan terseret dalam manuver kelompok tertentu yang berpotensi menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat Nahdliyin.

“Kami berdiri untuk menjaga kehormatan ulama dan keutuhan organisasi. Itu prinsip dasar yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh kader Ansor di Kepulauan Sula untuk menjaga kewaspadaan terhadap narasi yang dapat memecah belah, baik di media sosial maupun ruang-ruang diskusi internal organisasi.

Abd Basir mengingatkan bahwa cara menyampaikan pendapat dalam tradisi NU selalu menempatkan adab sebagai fondasi utama. Karena itu, ia mengajak masyarakat Nahdliyin untuk menahan diri dari pernyataan-pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan baru.

“Perbedaan pendapat wajar, tetapi adab harus tetap dijaga. Kita harus lebih mengutamakan persatuan daripada memperbesar perbedaan,” ungkapnya.

Menurutnya, sikap tegas PC GP Ansor Kepulauan Sula ini sekaligus bertujuan memberikan ketenangan bagi masyarakat Nahdliyin, baik di Kepulauan Sula maupun Maluku Utara secara umum. Ia berharap seluruh kader tetap memegang garis komando, menjaga ketertiban organisasi, serta tidak terlibat dalam gerakan apa pun yang bertentangan dengan arahan PBNU.

“Kami tetap berkomitmen berdiri bersama PBNU, menjaga persatuan umat, dan memastikan organisasi tetap solid menghadapi situasi apa pun,” tutup Abd Basir.***

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini