SOFIFI — Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan bahwa ancaman terorisme, intoleransi, dan ekstremisme berbasis kekerasan semakin nyata dan harus diantisipasi secara serius, terutama di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, M.Si., pada Forum Penguatan Pemahaman ASN PPPK dalam Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme, yang berlangsung di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara, Rabu (26/11).
Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara, Kepala Kesbangpol Maluku Utara, akademisi dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), serta peserta dari ASN PPPK lingkup Pemprov Malut.
Dalam sambutannya, Sekprov Samsuddin menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar tidak hanya pada aspek teknis, manajerial, dan sosio-kultural, tetapi juga wajib menjunjung tinggi integritas serta menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas.
“Nilai-nilai luhur Pancasila harus terinternalisasi pada jiwa, pola pikir, dan perilaku kerja seluruh ASN,” tegasnya.
Ia menambahkan, ASN sebagai unsur pemersatu bangsa memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional serta mendorong kemajuan daerah di tengah dinamika global yang terus berubah.
“Kemajuan Maluku Utara membutuhkan dukungan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan berkualitas. Itu hanya bisa diwujudkan oleh ASN yang berintegritas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua FKPT Maluku Utara, Dr. Hidayatusalam, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital turut mempercepat penyebaran paham radikalisme, terutama di lingkungan ASN yang aktif menggunakan platform digital. Hal ini membuat deteksi dini semakin menantang dan membutuhkan kesadaran kolektif.
Menutup sambutannya, Sekprov mendorong Pemprov Malut untuk merumuskan kebijakan dan langkah komprehensif berbasis nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan daerah. Perbaikan tata kelola pemerintahan, menurutnya, merupakan kunci untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Maluku Utara.
Ia berharap forum tersebut menjadi fondasi kuat bagi ASN PPPK dalam memperteguh komitmen kebangsaan sekaligus menjadi benteng terhadap sikap intoleran, radikal, dan tindakan terorisme.
“Jadikan kegiatan ini sebagai landasan memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam menangkal intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Salam Pancasila!” tutup Samsuddin.***
