Bangga! Maluku Utara Sabet Peringkat 8 Nasional Program Cek Kesehatan Gratis

Sebarkan:

 

Foto Istimewa

Sofifi – Provinsi Maluku Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Maluku Utara berhasil menempati peringkat ke-8 nasional dengan capaian 21,39 persen.

Tim dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) turun langsung ke Sofifi pada Kamis (30/10) untuk melakukan penelusuran lapangan sekaligus mendiskusikan peran lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Kedatangan tim Kemensetneg disambut hangat oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Malut, Kadri Laetje, mewakili Gubernur Maluku Utara, di Ruang Bidadari, Kantor Gubernur Malut.

Selamat datang di Maluku Utara,” ujar Kadri dengan senyum ramah saat membuka arahannya.

Kadri menjelaskan, CKG merupakan program Quickwin Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan melakukan deteksi dini berbagai masalah kesehatan fisik dan mental anak usia sekolah. Program ini, kata dia, bukan sekadar upaya medis, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

“Kesehatan anak-anak sekolah bukan hanya isu medis, tapi soal masa depan bangsa. Kalau kita ingin menuju Indonesia Emas 2045, maka anak-anak kita harus sehat — fisik, mental, dan sosialnya,” tegas Kadri.

Berdasarkan data nasional, sebanyak 32,3 juta masyarakat telah mendaftar Program CKG melalui 10.226 puskesmas di seluruh Indonesia. Program ini diluncurkan Presiden Prabowo pada 10 Februari 2025 sebagai bagian dari strategi nasional membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

Perwakilan Tim Kemensetneg, Dhany Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Kami datang membawa misi untuk melakukan capture capaian prestasi CKG di Maluku Utara,” ujarnya.

Dhany mengungkapkan, capaian Maluku Utara yang menembus posisi delapan besar nasional merupakan hasil kerja keras lintas sektor. Kabupaten Halmahera Tengah mencatat raihan tertinggi dengan 57,56 persen, disusul Kota Tidore Kepulauan (31%), Kabupaten Pulau Taliabu (30%), dan Halmahera Selatan (17%). Sementara Kota Ternate dan Halmahera Timur menjadi daerah dengan capaian terendah, masing-masing 16 persen.

Pemerintah pusat melalui RPJMN 2025 telah menetapkan target nasional CKG sebesar 36 persen, sementara Pemprov Maluku Utara mematok target ambisius mencapai 70 persen.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Malut, dr. Giscard Kroons, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi lintas OPD dan dukungan dari pemerintah pusat untuk memenuhi target tersebut.

“Dengan dukungan semua pihak, kami optimis Maluku Utara bisa mencapai target 70 persen sesuai yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Program CKG dinilai menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mempercepat pencapaian target kesehatan nasional dan mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Ini bukan hanya soal peringkat, ini soal keberpihakan. Karena kesehatan adalah hak rakyat, dan tugas pemerintah adalah menjamin hak itu terpenuhi tanpa kecuali,” tutup Kadri.**

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini